Waktu penerimaan sedekah sudah ditutup. Penutupannya lebih cepat dari perencanaan awal. Ada revisi dari menteri terkait tentang libur Idul Fitri. Hari-hari liburnya dimulai lebih awal. Rencana waktu penerimaan sedekah juga dimajukan. Jumlah harinya menjadi kurang. Panitia sempat kuatir target penerimaan sedekah tidak tercapai.
Koordinasi dilakukan. Simulasi dibayangkan. Keputusan diambil. Rencana baru dilaksanakan. Semua bertekad untuk bekerja keras. Mencapai target merupakan target awal. Melampaui target dijadikan impian. Berbagai strategi diterapkan. Ada kelemahan dicarikan kekuatan.
Hari-hari awal penerimaan sedekah kurang menggembirakan. Partisipasi dari seluruah warga sekolah masih rendah. Sempat terpikir untuk pasrah. Tetapi pikiran itu perlu segera diganti. Berpikir untuk menambah energi. Tidak boleh pasrah apalagi menyerah. Terus mencari cara agar target impian tercapai. Tidak sekedar target awal.
Tahap penerimaan ditutup. Tetapi jika masih ada yang menyampaikan sedekah masih diterima. Tahap berikutnya, pengemasan. Seluruh sedekah dijadikan paket sembilan bahan pokok (sembako). Meskipun jenisnya tidak sampai sembilan, anggap saja itu sebagai paket sembako. Setiap paket memiliki jenis yang sama. Yang paling berat adalah sekantong beras dengan berat 5 kilogram. Paket itu ditambahkan lagi berbagai keperluan dapur.
Sampai dengan hari terkahir, jumlah paket yang terkumpul sebanyak 172 paket. Itu melampaui target. Target awal 150 paket. Untuk mencapai target awal saja terasa berat. Tetapi, niat baik dan kekuatan kolaborasi bisa menghasilkan paket di atas target. Target impian. Impian yang awalnya dianggap tidak mungkin.
Nilai keseluruhan paket jika diuangkan lebih dari 42 juta rupiah.
Paket-paket itu dibagikan kepada PD yang berhak menerima di setiap rombongan belajar (rombel). Lebih dari 72 persen, paket-paket itu disampaikan kepada PD yang berhak menerima. Paket yang lain diberikan kepada tetangga yang ada di sekitar sekolah. Mereka diundang untuk mengambil paket di sekolah.
Sebagian tetangga yang datang sudah berusia lanjut. Mereka tidak mampu membawa sendiri paket yang diberikan. Kebahagiaan mereka terasa belum lengkap. Paket itu terlalu berat untuk diangkat. Untuk melengkapi kebahagiaan, sejumlah PD membantu menjadi “kurir” untuk mengantar paket itu sampai di rumah para penerima paket. Berbagi kebahagiaan yang bisa membahagiakan.(aa)
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Alhamdulillahi robbil alamin kami panjatkan kehadlirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah akhirnya Website sekolah…
Copyright © 2017 - 2026 SMA Negeri 8 Balikpapan All rights reserved.
Powered by sekolahku.web.id