Selain bertepatan dengan hari Jumat, Idul Adha saat itu bertepatan dengan bulan Januari. Bulan Januari masih belum terlalu lama dengan bulan Desember. Suasana Hari Natal masih terasa di sebuah perumahan di pinggiran Kota Toowoomba, Queensland, Australia. Di perumahan itu tidak ada rumah bertingkat. Lahannya sangat luas.
Rumah-rumah itu terlihat mungil karena dibandingkan dengan tanahnya yang luas. Tidak ada pagar pembatas di perumahan itu. Halaman depan lebih sempit. Meskipun sempit, dua mobil bisa parkir di halaman. Meskipun mungil, setiap rumah memiliki garasi yang bisa memuat dua unit mobil. Pintu garasinya menggunakan pintu putar yang digerakkan listrik dengan pengendalian jarak jauh.
Setiap rumah memiliki teras luas di belakang. Fungsinya untuk kegiatan keluarga atau makan malam. Kadang-kadang bahkan sering makan malam diadakan di teras belakang. Hampir tidak ada kegiatan keluarga di depan rumah. Bahkan tidak ada teras di bagian depan rumah. Kegiatan keluarga kebanyakan diadakan di bagian belakang rumah.
Selain ada teras belakang, ada halaman belakang rumah yang sangat luas. Halaman seluas hampir satu lapangan sepak bola itu berumput hijau. Seperti rumput lapangan sepak bola. Tidak banyak pepohonan. Hanya ada beberapa pohon tinggi di beberapa sudut halaman. Ada sepasang tali ayunan di salah satu pohon. Anak-anak memiliki lahan yang luas untuk bermain di belakang.
Dengan lahan berumput seluas itu, ada kegiatan “wajib” yang dilakukan penghuni rumah di akhir pekan atau hari libur. Bahkan kegiatan itu menjadi ikon orang-orang Ausi. Kegiatan itu adalah memotong rumput dengan mesin dorong. Kadang-kadang traktor beroda empat digunakan untuk memangkas rumput. Kegiatan memotong rumput itu hampir tidak pernah diupahkan. Dikerjakan sendiri oleh pemilik rumah. Bahkan seorang istri terlihat biasa saja mendorong mesin pemotong rumput.
Suasana hidup bertetangga di perumahan itu secara umum tidak terlalu erat. Tetapi di bulan Desember sampai Januari, masih dalam suasana Hari Natal hubungan bertetangga terasa lebih erat. Beberapa keluarga, tepatnya tiga keluarga, mengadakan makan malam estafet. Makan malam dimulai dari keluarga pertama pada pukul 4 sore. Dua keluarga lain datang ke keluarga pertama dengan membawa makanan dan minuman.
Begitu seterusnya sampai giliran keluarga ketiga. Kegiatan itu berlangsung sampai malam.
Makan malam secara umum di Ausi tidak sekedar makan dan minum. Ada cerita sebagai bumbu penyedap. Ada percakapan ringan di antara mereka. Cerita favorit tentang liburan. Di tengah hangatnya percakapan, rupanya ada seorang tetangga yang membuka tema tentang penyembelihan hewan kurban. Di tiga keluarga itu ada 6 mahasiswa yang tinggal bersama mereka. Dua di antaranya dari Indonesia. Yang lainnya dari Korea Selatan.
Tema hewan kurban itu sengaja diperbincangkan karena ada “anggota” keluarga yang beragama Islam dan bulan itu bertepatan dengan Idul Adha. Walaupun bukan beragama Islam, para tetangga itu memiliki literasi tentang hewan kurban. Mereka merespon positif terhadap kegiatan ibadah itu. Para tetangga itu tetap rukun walaupun ada sebagian anggotanya beragama berbeda.(aa)
Selesai.
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Alhamdulillahi robbil alamin kami panjatkan kehadlirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah akhirnya Website sekolah…
Copyright © 2017 - 2026 SMA Negeri 8 Balikpapan All rights reserved.
Powered by sekolahku.web.id