SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Sarapan Rohani

Sabtu, 07 Februari 2026 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 28 Kali

Sinar matahari masih tertutup awan pagi itu. Suasana di kelas masih agak gelap. Beruntung ada lampu yang bisa membantu menerangi kelas itu. Murid-murid sudah siap untuk memulai pembelajaran. Wajah mereka tampak segar.

Saat bel jam pelajaran pertama berbunyi, seorang murid di pusat tata suara memimpin doa. Doa ini diaminkan oleh murid-murid yang ada di seluruh kelas. Setidaknya ada 3 doa yang dimanjatkan sesuai agama Islam. Doa untuk orang tua. Doa menuntut ilmu untuk memudahkan pembelajaran. Doa nabi Musa untuk memudahkan menyampaikan pendapat kepada orang lain. 

Doa-doa tersebut selalu dipanjatkan setiap pagi. Kegiatan itu merupakan cermin dari pengaplikasian dimensi profil lulusan yang nomor satu. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dimensi ini selaras dengan dasar negara yaitu Pancasila. Sila pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Dimensi ini tidak ada di semua negara. Di negara-negara yang agama tidak diajarkan di sekolah tidak ada doa. seperti ini.

Setelah pembacaan doa, ada ikrar yang diucapkan bersama-sama. Pengucapannya dipimpin oleh seorang murid yang membaca doa sebelumnya. Kemudian seluruh murid yang ada di kelas menirukannya. Pagi itu ikrar perkumandang di seluruh kelas. Ikrar yang dijadikan janji murid-murid untuk melaksanakannya.

Ikrar ini diinstruksikan oleh Menteri Mendidikan Dasar dan Menengah melalui suatu surat edaran. Diharapkan seluruh murid di indonesia tidak hanya mengikrarkan tetapi juga melaksanakan ikrar itu. Ada 5 ikrar yang diucapkan.

Belajar dengan baik.

Menghormati orang tua.

Menghormati guru

Rukun dengan teman

Mencintai tanah air

Ikrar ini diucapkan di sekolah setiap hari. Pengucapannya dilaksanakan sebelum pembelajaran dimulai. Itu menambahkan menu sarapan pagi. Lima sarapan pagi untuk rohani.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT