SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Seberkas Cahaya

Sabtu, 06 Desember 2025 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 203 Kali

Seorang murid terlihat masih di sekolah suatu sore. Padahal waktu itu matahari sudah mulai tenggelam. Dia masih mengenakan pakaian seragam sekolah putih abu-abu. Dia sendirian saja di halaman depan sekolah. Dia tampak mengamati sesuatu dengan kameranya.

Murid laki-laki berkacamata itu berjalan dari satu ke titik yang lain. Tetapi tidak seperti fotografer yang sedang mengambil gambar. Dia tidak terlihat membidik suatu objek. Dia lebih banyak melihat ke arah atas. Matanya diarahkan ke langit. Kameranya malah hanya terlihat dipegang. Ya tidak mengarahkan kameranya ke atas.

Dia terlihat santai. Tenang. Tidak terburu-buru. Dia terlihat seperti menganalisis apa yang dilihat. Dia tidak menggunakan alat analisis. Dia tidak memegang telepon genggam. Alat elektronik ini gunakan murid-murid zaman sekarang untuk melakukan apapun. Tetapi dia tidak menggunakannya. Dia hanya memegang sebuah kamera.

Tali kamera digantungkan di leher belakangnya. Itu cara mengamankan kamera. Oleh karena itu dia merasa nyaman dan tenang. Kameranya tidak akan jatuh. Dia terus berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. 

Lalu apa yang sebenarnya dikerjakan?

Membawa kamera tapi dia tidak terlihat sering memotret. Fotografer umumnya mencari objek untuk difoto. Objek itu difoto oleh seorang fotografer berkali-kali. Bahkan pengambilan sudut gambarnya berbeda-beda. Orientasi gambar yang diambil juga bisa potrait atau landscape. 

Ternyata, Murid itu sedang mengamati cahaya. Kecerahan cahaya mempengaruhi mutu gambar yang ditangkap sebuah kamera. Seberkas cahaya perlu disesuaikan dengan pengaturan cahaya dalam kamera.(aa)

 

  1. TULISAN TERKAIT