SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Bincang Liburan

Jum'at, 19 Desember 2025 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 121 Kali

Beban sudah ringan. Tidak ada lagi tagihan. Semua sudah dikerjakan. Tinggal menunggu hasil pembelajaran. Tinggal menunggu hasil penilaian. Tinggal menunggu orang tua datang. Di hari yang sudah dijadwalkan. Saat semua hasil pembelajaran dilaporkan. Kepada orang tua yang penuh harapan.

Beberapa orang murid sedang duduk santai di suatu kelas. Mereka duduk berkelompok karena inisiatif mereka sendiri. Bukan karena diminta oleh seorang guru. Tidak ada kelompok lain di kelas itu. Saat itu tidak ada pembelajaran formal. Tidak ada pembelajaran yang terjadwal. Proses pembelajaran dan penilaian memang sudah selesai. Mereka tinggal menunggu laporan hasil belajar dan penilaian.

Dalam suasana seperti itu mereka tampak berbicara ringan. Topiknya ringan juga. Tidak perlu membuka buku. Tidak perlu mencari referensi. Tidak perlu menjawab pertanyaan dalam kelompok pemikiran tingkat tinggi. Yang tidak perlu berpikir lama. Yang tidak banyak kata-katanya. Yang tidak mempengaruhi nilai di laporan  pendidikan. Yang tidak perlu urutan berbicara. Siapa saja boleh berbicara. Siapa saja juga boleh tidak bicara.

Saat temanya terkait dengan liburan sekolah, kebanyakan dari mereka memberikan jawaban yang sama. Jawaban pasrah. Jawaban apa adanya. Jawaban yang tidak disangka oleh yang bertanya. Jawaban yang hampir tidak bisa dipercaya. 

Liburan di rumah saja.

Jawaban itu memantik pertanyaan-pertanyaan berikutnya. Tetapi sang penanya terlihat tidak punya pertanyaan untuk bertanya lagi. Sepertinya sudah tergambar kegiatan liburan yang berada di rumah. 

Liburan yang berarti tidak memiliki jadwal untuk pergi ke sekolah. Liburan yang bebas mengerjakan apa saja di rumah. Liburan yang tidak perlu memikirkan pakaian seragam untuk dikenakan. Liburan yang tidak ada tugas sekolah untuk dikerjakan. Di rumah pun masih bisa liburan.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT