SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Tatap Muka

Selasa, 02 Desember 2025 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 46 Kali


Dekat tapi jauh. Jauh tapi dekat. Fenomena ini sering terjadi saat ini. Sering terlihat sejumlah murid duduk berdekatan tapi mereka tidak saling berkomunikasi mereka asyik dengan alat elektronik yang digenggamnya. Mereka terlihat dekat tetapi sebenarnya berjauhan.

Dalam keadaan seperti itu mereka tidak saling berbicara. Mereka tidak saling pandang. Teman yang duduk di sebelahnya seolah tidak terlihat penting. Yang paling penting adalah alat yang digenggamnya. Suatu alat yang menawarkan berbagai fitur untuk berkomunikasi. Dengan alat itu mereka bisa berkomunikasi jarak jauh. Komunikasi lewat teks, suara, bahkan suara dan gambar sekaligus.

Pemandangan seperti itu bisa terjadi di mana-mana. Bahkan di acara pertemuan baik formal maupun informal. Sering terlihat murid-murid tak saling tatap muka ataupun berbicara. Seakan-akan mereka hanya berbicara dengan alat-alat yang digenggamnya itu.

Anehnya kegiatan berbicara itu malah terjadi pada saat berbicara itu dilarang. Misalnya saat pelaksanaan upacara bendera, sebagian dari mereka malah berbicara. Atau saat di masjid ketika Khatib menyampaikan khutbah sebagian dari mereka malah berbicara.

Pembicaraan mereka di saat yang tidak tepat itu mungkin karena mereka tidak sedang menggenggam alat elektronik itu. Pada saat upacara bendera mereka tidak diperkenankan menggenggam atau membuka alat elektronik. Sepertinya saat seperti itu adalah saat yang tepat untuk berbicara. Pada saat itu tangan mereka sedang menganggur. Pada saat itu juga lisan untuk termotivasi  untuk bertutur.

Pada saat yang lain, sebelum pelaksanaan olahraga bersama di halaman sekolah, mereka juga tidak sedang menggenggam alat elektronik. Tangan mereka bebas. Bebas dari cengkraman alat elektronik. Saat itu merupakan kesempatan emas bagi lisan dan wajah untuk bekerja. 

Murid-murid itu bisa saling bertatap muka dan berbicara. Itu merupakan proses sosialisasi yang alami. Seperti itulah seharusnya proses sosialisasi berlangsung. Dalam proses itu ekspresi wajah bisa dilihat dan dirasakan secara langsung. Tanpa perantara.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT