SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Kolaborasi Warna

Rabu, 04 Februari 2026 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 118 Kali

Sambil berdiri atau duduk tidak masalah. Berkelompok atau sendiri-sendiri juga tidak perlu berbantah. Melakukan sendiri atau sekedar melihat tidak ada yang marah. Menggoreskan satu warna atau dua warna atau  bahkan lebih sama-sama indah. Tidak perlu ada yang terperangah. Apalagi menganggapnya tidak terarah.

Proses pembelajaran di suatu hari itu memerlukan kreativitas dan gagasan. Tidak hanya sampai gagasan tetapi perlu diungkapkan. Pengungkapannya melalui media kertas atau sejenisnya. Gagasan perlu dituangkan dalam bentuk-bentuk atau simbol-simbol tertentu. Untuk memberikan pesan yang lebih kuat dan berkesan perlu ditambahkan warna.

Perpaduan warna akan memberikan pesan yang juga berkesan. Tidak semua murid memiliki keterampilan dan kreativitas tentang pengolahan warna. Sejumlah murid sudah ada yang memiliki konsep yang jelas tentang warna. Tetapi sebagian yang lain masih memerlukan ide tentang warna-warna apa yang menarik perhatian. 

Untuk mendapatkan inspirasi tentang warna sejumlah murid berwisata kelas. Mereka mendatangi teman-teman lain yang sudah memiliki konsep yang jelas. Mereka mengamati konsep itu sambil merasakan nilai rasa dari perpaduan warna.

Warna memiliki beberapa pesan yang berbeda. Pemilihan warna bisa mengindikasikan kesukaan laki-laki atau perempuan. Warna juga bisa menunjukkan perasaan senang dan sedih. Warna juga bisa sebagai identitas suatu negara melalui bendera. 

Warna bisa menjadi ciri khas suatu kota. Kota-kota tertentu memiliki warna-warna tertentu juga sebagai ciri khas suatu kota. Penentuan warna itu bisa dikaitkan dengan sejarah atau visi kota. Tetapi ada juga kota-kota yang tidak menggunakan warna sebagai identitas. Warnanya apa saja. Tidak ada kesepakatan. Rumah, kantor, atau gedung yang lain boleh dicat dengan  warna masing-masing. 

Warna juga bisa menunjukkan kesepakatan. Sepakat untuk satu warna saja atau beraneka ragam warna. Kesepakatan itu tidak hanya menunjukkan identitas tetapi juga rasa. Mereka yang melihat warna itu akan merasakan pesan dari warna itu. Pesan yang kadang-kadang tidak bisa diuraikan dengan kata-kata tetapi bisa dirasakan kesannya.

Murid-murid di kelas itu sedang berproses untuk mengolah warna suatu hari. Mereka tampak berkolaborasi untuk mengelola warna yang mereka inginkan. Warna memang tidak bisa bersuara. Tetapi penampilannya bisa dirasakan oleh hati para pemirsanya.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT