SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Gerakan Sederhana

Jum'at, 13 Februari 2026 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 119 Kali

Bahasa tidak hanya disampaikan dengan suara atau tulisan. Ada banyak cara lain untuk menyampaikan bahasa. Bahasa bisa disampaikan tanpa suara dan tanpa tulisan. Meskipun demikian pesan yang disampaikan dalam bahasa itu bisa diterima. Orang lain yang menerima pesan itu pun bisa memahaminya. 

Bahasa lisan dan tulisan bisa menyenangkan ataupun menyakitkan. Untuk yang terakhir ini bisa disebut dengan tidak sopan. Tidak sesuai norma. Tidak sesuai dengan perasaan orang yang dikirim pesan. Fenomena ini mulai dirasakan terjadi di antara beberapa murid. Bahkan ada yang mengatakan banyak dari mereka yang dalam menyampaikan pesan dirasakan kurang sopan. 

Pesan yang disampaikan secara tidak sopan akan membuat penerimanya merasa tidak nyaman. Ketidaknyamanan tidak hanya menyebabkan tidak nyaman. Bisa lebih dari itu. Bahkan bisa sampai membahayakan. Penerima pesan yang tidak nyaman bisa menjadi marah. Kemarahan yang tidak terarah bisa sangat membahayakan. 

Untuk menghindari bahaya itu murid-murid perlu dibekali bagaimana cara menyampaikan pesan secara sopan. Pesan melalui bahasa lisan dan tulis perlu dikuatkan dengan bahasa yang lain. Bahasa tubuh. Bagian tubuh memiliki daya untuk menyampaikan pesan tanpa menggunakan lisan ataupun tulisan. Wajah bisa menyampaikan pesan. Apakah pemiliknya sedang marah atau bahagia bisa dilihat dari wajahnya. Telapak dan lengan tangan juga bisa menyampaikan pesan apakah seseorang itu sedang senang atau marah. 

Di halaman depan sekolah, murid-murid dipimpin oleh seorang guru sedang belajar tentang bahasa tubuh suatu hari. Belajar bahasa tubuh lebih ideal dilaksanakan di luar kelas. Saat itu mereka dalam pembelajaran kokurikuler. Mereka belajar menguatkan karakter berupa etika untuk berkomunikasi dengan orang lain. Mereka belajar etika bahasa tubuh untuk mengirimkan pesan secara sopan. Menyampaikan pesan yang membuat orang senang. Bukan bahasa tubuh yang membuat orang meradang. 

Mereka mempraktikkan bahasa tubuh berupa wajah yang ceria. Juga mengatupkan dua telapak tangan di depan dada untuk menghormati orang lain. Bahasa yang digunakan untuk menghormati orang lain melalui gerakan tubuh. Gerakan sederhana tapi bisa menyenangkan dan bahkan bisa menyelamatkan jiwa dan raga. Gerakan sederhana yang perlu dilatih dan dibiasakan. Agar terbiasa menghormati orang lain dengan cara yang sopan.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT