SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Kolaborasi Berpikir

Rabu, 03 Desember 2025 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 81 Kali

Murid-murid ini terlihat duduk berkelompok di suatu kelas suatu hari. Anggota kelompoknya sekitar 4 orang. Dua orang Murid yang duduk di depan “balik kanan" menghadap ke belakang. Mereka kemudian berhadapan dengan dua orang lainnya yang duduk di belakang.

Itu merupakan formasi duduk dalam kelompok yang efisien. Pengelompokannya bisa dilakukan dengan cepat. Pengaturan tempat duduk juga mudah. Instruksi guru sederhana. Murid-murid bisa melakukannya dengan segera.

Meskipun demikian, masih ada formasi pengelompokan yang lain. Pengelompokan disesuaikan dengan keperluan. Ada kelompok yang diacak pemilihan anggotanya. Ada juga pengelompokan yang dirancang berdasarkan  tujuan tertentu.

Seorang guru terlihat sedang memantau kinerja kelompok di suatu kelas. Guru itu memberi kesempatan kepada murid-murid dalam kelompok untuk berpikir. Proses berpikir merupakan bagian penting dalam pembelajaran. Beberapa ide yang muncul dari anggota kelompok itu didiskusikan. 

Guru itu sedang memastikan apakah anggota kelompok itu sudah benar-benar mulai berpikir. Dia memberikan pertanyaan pemantik. Jawaban anggota kelompok itu bisa menjadi petunjuk apakah mereka sudah berpikir sesuai dengan  apa yang diharapkan oleh guru. 

Peran guru itu adalah memberikan fasilitas. Fasilitas berupa suasana kondusif, dan santai tapi serius. Suasana yang memungkinkan murid-murid itu menyampaikan pikiran dengan nyaman. Tanpa ketakutan. Tanpa takut mengungkapkan ide yang mungkin salah. Dengan berdiskusi di dalam kelompok ide yang belum tepat bisa diklarifikasi oleh teman lainnya.

Pada saat ide-ide itu belum padu maka kehadiran guru diperlukan. Di kelas itu guru terlihat hadir di kelompok-kelompok murid-muridnya. Dia bertugas untuk memandu mereka. Memandu proses berpikir mereka. Pikiran murid-murid mereka. Bukan pikiran guru itu sendiri.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT