Murid-murid berseragam putih-putih itu beruntung suatu siang. Hujan turun cukup deras menjelang acara yang dijadwalkan dimulai. Cuaca menjadi lebih sejuk. Sinar matahari tertutup awan. Acara ditunda satu jam.
Saat upacara pembukaan dimulai, lantai halaman sekolah masih basah. Mereka bisa melaksanakan upacara dalam keadaan sejuk. Andaikan hujan tidak turun sebelumnya, cuaca pasti sangat panas saat itu. Dalam keadaan seperti itu, tim kesehatan dari Palang Merah Remaja (PMR) hanya siaga. Tidak ada peserta upacara memerlukan pertolongan.
Peserta upacara saat itu adalah anggota Ekstrakurikuler (ekskul) Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra). Rangkaian kegiatannya diawali dengan upacara. Mereka terdiri atas panitia dan anggota baru ekskul itu. Susunan upacara lebih ringkas. Tidak ada penaikan Bendera Merah Putih. Tidak memerlukan waktu terlalu lama untuk melaksanakan upacara itu.
Padahal mereka biasanya berlatih lebih lama dari itu. Berlatih di segala cuaca. Berlatih dengan tenaga fisik penuh. Berlatih dengan asupan air mineral yang tidak pernah tertinggal. Berlatih dengan gerakan-gerakan yang malah tidak muncul saat upacara dilaksanakan.
Kegiatan latihan mereka bisa dikatakan latihan tidak mengenal lelah. Fisik diasah. Mental pantang menyerah. Cuaca apapun tidak masalah. Sudah biasa pakaian saat latihan menjadi basah. Keringat sehat menjadi hal yang mewah. Tidak banyak anak-anak seusia mereka mendapatkan keringat dengan mudah. Ada yang mengatakan mereka sebagai generasi berebah. “Penyakit" penggunaan telepon genggam secara berlebihan mewabah.
Pilihan ekskul mereka mengarah kepada kesehatan fisik dan mental. Kekuatan fisik bisa menguatkan mental. Kekuatan mental juga bisa menguatkan fisik. Mental lemah bisa membuat fisik gampang menyerah.(aa)
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Alhamdulillahi robbil alamin kami panjatkan kehadlirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah akhirnya Website sekolah…
Copyright © 2017 - 2026 SMA Negeri 8 Balikpapan All rights reserved.
Powered by sekolahku.web.id