SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Lebih Berharga

Selasa, 03 Februari 2026 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 123 Kali

Nama murid ini diumumkan saat upacara bendera. Dia diminta maju di tengah lapangan upacara. Seorang guru yang juga sebagai pembinanya diminta untuk mendampingi.  Mereka mendapatkan penghargaan dari sekolah. Itu disaksikan ratusan murid dan juga puluhan guru-guru.

Kertas penghargaan itu tidak bisa dijual. Tidak ada yang mau membeli. Tidak bisa dijadikan jaminan untuk pengajuan kredit di bank. Tidak dilapisi perak dan emas. Kertas itu kertas biasa saja. Kertas yang murah harganya. Bisa dibeli di banyak toko alat tulis kantor. Tinta untuk mencetaknya juga bukan tinta emas. Tintanya juga tinta biasa saja.

Kertas itu menjadi lebih berharga karena tidak semua murid bisa menerimanya. Murid yang menerima penghargaan ini telah menunjukkan suatu prestasi. Prestasi dari suatu lomba yang diadakan di tingkat kota. 

Dilihat dari tingkat prestasinya, mungkin ada yang menganggap bahwa itu hanya prestasi tingkat kota. Bukan tingkat internasional. Bukan tingkat dunia. Tidak ada media yang memiliki alasan untuk meliputnya. Mungkin itu berita yang tidak bisa dijual. Tidak menarik perhatian bagi pendengar atau penonton.

Murid ini tidak memerlukan semua itu. Tidak perlu publikasi besar-besaran. Tidak perlu mengundang media-media besar untuk menyiarkannya. Tidak memerlukan biaya besar untuk untuk mengiklankannya agar prestasinya terlihat wow. Agar prestasinya layak dibanggakan dan didokumentasikan.

Yang dilakukan murid ini hanya melakukan kegiatan sesuai dengan kemauan dan kemampuannya. Satu diantara yang disukainya adalah membaca Al Quran. Membaca firman-firman Allah. Dia belajar membacanya bukan karena lomba. Dia membacanya karena dia mencintai Al Quran. Saat peringatan Isra dan Mi'raj beberapa waktu yang lalu, dia diminta untuk membaca Al Quran.

Saat itu dia membaca beberapa ayat Al Quran yang isinya adalah tantangan Allah kepada manusia apakah mereka bisa membuat ayat-ayat seperti ayat-ayat Al Quran. Tantang itu sudah disampaikan Allah sejak 1400 tahun yang lalu. Sampai saat ini belum ada seorang manusia pun yang bisa membuat ayat-ayat seperti Al Quran.

Bagi murid ini setiap membaca satu huruf dari Al Quran karena Allah, dia mendapat penghargaan dari Allah berupa pahala membaca huruf-huruf Al Quran secara langsung. Pahala membaca Al Quran yang diberikan oleh Allah tentu jauh lebih berharga dibanding selembar kertas penghargaan dari suatu lomba.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT