SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Meyakinkan Menarik

Sabtu, 24 Januari 2026 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 170 Kali

Pembelajaran berlangsung berbeda di suatu pagi. Tempatnya di halaman sekolah. Semua murid berkumpul menjadi satu. Posisi duduk para murid lesehan. Mereka duduk membelakangi gedung utama sekolah ini. Murid laki-laki di sebelah kiri dan perempuan di sebelah kanan.

Posisi duduk itu merupakan strategi untuk menghindari sinar matahari. Saat masih pagi posisi sinar matahari berada di balik gedung utama. Sinar matahari mulai melampaui gedung itu beberapa saat kemudian. Sebelum sinar matahari mulai meninggi, posisi duduk murid-murid aman dari sinar matahari.

Suasana duduk yang nyaman saat itu karena cuaca masih terasa sejuk. Sejuk yang ideal. Tidak terlalu dingin. Tetapi cenderung mulai hangat. Suasana mulai bertambah hangat saat  dua orang murid perempuan tampil di depan murid-murid yang duduk itu. Mereka memimpin pembelajaran saat itu. 

Bagaikan pembawa acara profesional, mereka menyapa murid murid yang merupakan teman-teman mereka. Sapaan mereka bisa menambah suasana menjadi lebih hangat. Kemudian mereka mempersilakan seorang guru untuk memimpin doa. Doa dipanjatkan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pembelajaran hari itu bisa berjalan dengan lancar dan bermanfaat. 

Selanjutnya pemimpin pembelajaran itu mengundang "guru-guru" untuk tampil di depan para murid. Inilah yang membedakan pembelajaran pada hari itu. Guru yang tampil itu adalah para lulusan dari sekolah ini setahun sebelumnya. Mereka muncul di lapangan dari arah sisi kiri dan kanan murid. Para lulusan itu memperkenalkan kampus mereka masing-masing.

Kampus-kampus yang diperkenalkan mulai dari kota ini, provinsi ini, dan bahkan dari luar pulau ini. Masing-masing lulusan memekikkan slogan kampus masing-masing dengan lantang. Tidak hanya itu masing-masing juga membawa bendera yang merupakan simbol dari kampus mereka.

Murid-murid yang duduk di atas lantai terlihat terkesima dengan penampilan kakak-kakak mereka.  Para lulusan itu bisa meyakinkan adik-adik mereka dengan bukti. Bukan hanya kata-kata. Mereka telah membuktikan bahwa mereka sudah diterima di kampus yang mereka cita-citakan. Fakta tidak perlu dihias dengan kata-kata agar menarik. Fakta itu sendiri sudah meyakinkan dan menarik perhatian.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT