SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Hasil Berusaha

Kamis, 05 Februari 2026 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 59 Kali

Tidak semua murid bisa bertahan lama untuk bergabung di ekstrakurikuler yang satu ini. Biasanya di awal-awal bergabung, semua murid merasa bersemangat. Tetapi semangat itu akan diuji Apakah daya tahan fisik dan juga mental bisa diandalkan. Jika mental tidak tahan, biasanya fisik pun juga tidak akan bertahan.

Ekstrakurikuler ini memerlukan fisik yang prima. Yang bisa bertahan untuk bergerak berulang-ulang. Gerakan yang bisa membuat peserta menjadi bosan. Tidak hanya itu, kebosanan Juga bisa membuat mental menjadi lemah. Mental yang lemah juga akan membuat fisik lemah.

Padahal tidak ada paksaan untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ini. Ini adalah pilihan sukarela. Pilihan yang boleh memilih atau tidak memilih. Pilihan yang memungkinkan untuk bergabung atau tidak bergabung. Ada pilihan untuk bergabung dulu, mencoba, kemudian tidak bergabung juga tidak apa-apa. Sehingga itu merupakan satu fenomena yang biasa. Bisa saja tiba-tiba seorang mengundurkan diri dari ekstrakurikuler ini. Tidak ada perdebatan tentang ketidakikutsertaan seseorang di ekstrakurikuler ini.

Boleh dikatakan ekstrakurikuler ini tidak cocok bagi mereka yang suka mengendorkan semangat. Semangat harus tetap dipupuk dan dijaga. Semangat untuk terus berlatih dan pantangbmenyerah. Dan semangat untuk selalu mengendalikan energi fisik dan energi mental. Keduanya saling mendukung. Tetapi ada yang sangat menentukan. Ketahanan mental jauh lebih penting dibanding ketahanan fisik. Saat fisik terasa lemah, seorang murid bisa beristirahat. Tapi kalau yang lelah itu mentalnya. Itu lebih sulit ditingkatkan energinya.

Peserta ekstrakurikuler ini hampir tidak pernah memiliki waktu istirahat yang cukup. Setelah selesai pembelajaran di sore hari, mereka melanjutkan berlatih fisik di halaman sekolah. Itu dilakukan hampir setiap hari. Mereka juga masih berlatih di akhir pekan. Bahkan, kadang-kadang mereka minta izin untuk berlatih sampai malam. 

Latihan fisik itu memerlukan waktu yang cukup lama. Waktunya bisa berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Bahkan terkadang terkesan mereka tidak pernah berhenti berlatih. Lapangan sekolah tidak pernah sepi dari kegiatan mereka. Melatih fisik untuk baris-berbaris. Melatih mental untuk mengatasi kelelahan dan kebosanan. Mereka seperti tidak memiliki rasa lelah. Mereka juga tidak terlihat bosan. Sebaliknya, mereka tetap terlihat riang dan gembira.

Itulah kegiatan ekstrakurikuler Pasukan Pengibar Bendera. Masukkan ini cukup banyak diikuti oleh murid, baik laki-laki maupun perempuan. Mereka membentuk lebih dari satu tim. Tim-tim itu saling bersinergi. Mereka bisa berlatih bersama. Mereka juga bertukar anggota tim. Mereka saling mengikuti lomba. Mereka bisa bergantian untuk mewakili sekolah saat mengikuti lomba.

Satu diantara tim-tim itu telah memetik hasil dari latihan panjang mereka. Mereka mengikuti lomba baris-berbaris secara tim. Mereka telah berlatih dan mempersiapkan diri untuk mengikuti suatu lomba. Usaha mereka tidak sia-sia. Beberapa tropi kejuaraan dibawa pulang ke sekolah. Mereka berhak merayakannya. Latihan panjang dan melelahkan secara fisik dan mental telah dibayar dengan keberhasilan itu. Usaha tidak membohongi hasil.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT