Alat pendukung memang diperlukan dalam proses pembelajaran. Ada anggapan bahwa semakin canggih dan modern alat itu maka proses dan hasil belajar akan menjadi lebih baik kalau tidak bisa dikatakan sempurna. Alat dukung seperti itu biasanya memerlukan pendanaan yang besar. Pendanaan yang mahal. Kadang-kadang keberadaannya hanya menjadi cita-cita. Sulit untuk menjadi kenyataan.
Kadang-kadang ketidakadaan alat pendukung itu dijadikan alasan kurang maksimalnya proses dan hasil pembelajaran. Jika peralatan itu diadakan seakan-akan itu menjadikan jaminan bahwa proses dan hasil belajar akan jauh lebih baik. Sehingga ada anggapan jika alat pendukung itu belum ada maka pembelajaran tidak akan sempurna.
Umumnya peralatan pendukung pembelajaran itu berdasarkan teknologi. Peralatannya membutuhkan daya listrik. Jaringan penghubung antara satu peralatan dengan peralatan yang lain bisa menggunakan maupun tanpa kabel. Peralatan pendukung itu memang sangat didambakan baik oleh seorang guru ataupun para murid.
Peralatan itu memang diakui bisa membantu memudahkan proses pembelajaran. Hanya saja peralatan itu masih tergantung pada daya listrik dan juga jaringan penghubung. Jika daya listrik tiba-tiba tidak tersedia dan jaringan putus maka peralatan itu tidak ada gunanya. Hambatan itu bisa saja terjadi suatu saat.
Apabila jaringan tidak tersedia dan peralatan pendukung tidak bisa berfungsi apakah proses pembelajaran akan dihentikan?
Tentu saja dengan atau tanpa peralatan itu proses pembelajaran harus tetap berjalan. Peralatan itu hanyalah alat bantu. Peralatan yang memerlukan daya listrik dan jaringan bukan satu-satunya peralatan pendukung pembelajaran. Masih ada pilihan-pilihan lain yang bisa mendukung pembelajaran.
Seorang guru memilih untuk melaksanakan pembelajaran di sebuah gazebo di halaman depan sekolah. Gazebo itu tidak memiliki dinding dan tidak memiliki meja kursi untuk para murid. Hanya ada meja kursi untuk guru. Saat itu guru tersebut memandu pembelajaran tanpa menggunakan peralatan yang menggunakan daya listrik dan jaringan.
Telepon genggam yang biasanya selalu digenggam para murid saat pembelajaran tidak dipakai sama sekali saat itu. Pembelajaran saat itu tidak memerlukan alat pendukung yang berbasis daya listrik dan jaringan. Peralatan yang berupa telepon genggam milik murid diletakkan di atas meja guru. Peralatan itu disusun rapi di atas meja guru.
Dengan keadaan seperti itu, diharapkan para murid fokus dan tidak mudah terganggu. Pikiran murid dalam keadaan fokus bisa menjadi barang mewah saat ini. Telepon genggam yang ada dalam genggaman sering mengganggu fokus pikiran mereka. Belajar menjadi fokus merupakan tantangan yang harus diatasi dalam proses pembelajaran saat ini.(aa)
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Alhamdulillahi robbil alamin kami panjatkan kehadlirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah akhirnya Website sekolah…
Copyright © 2017 - 2026 SMA Negeri 8 Balikpapan All rights reserved.
Powered by sekolahku.web.id