Pagi itu hari Senin terakhir untuk melaksanakn upacara bendera bagi murid-murid kelas 12. Suasana setelah pelaksanaan upacara sangat berbeda. Sebagian besar murid-murid kelas 12 tidak langsung kembali menuju ke kelas masing-masing. Mereka masih bertahan di lapangan upacara.
Biasanya seluruh peserta upacara langsung meninggalkan lapangan upacara setelah upacara selesai. Kalau bisa mereka kembali ke kelas secepat mungkin. Tidak heran mereka terlihat berdesak-desakan untuk menuju ke kelas mereka. Mungkin mereka ingin segera menikmati duduk di kursi. Berdiri di lapangan upacara selama hampir satu jam, cukup melelahkan. Apalagi jika sinar matahari terasa sangat panas. Mereka ingin segera beristirahat, menghilangkan lelah.
Tetapi pada hari itu sebagian besar murid-murid kelas 12 seperti tidak mau meninggalkan lapangan upacara. Mereka menyadari bahwa hari itu adalah hari terakhir mereka mengikuti upacara bendera. Mereka yakin mereka bisa lulus dari sekolah ini. Tentu saja, apabila mereka sudah lulus mereka tidak bisa lagi mengikuti upacara seperti itu. Beda cerita, jika ada sebagian dari mereka yang tidak lulus, mereka bisa mengikuti upacara lagi di tahun pembelajaran berikutnya.
Mereka merasa yakin mereka akan lulus. Oleh karena itu mereka memanfaatkan momentum itu sebaik-baiknya. Tidak akan ada lagi upacara yang bisa mereka ikuti. Maksudnya upacara di sekolah ini. Upacara yang memakai baju khas seragam sekolah ini. Mereka telah mengenakannya hampir 3 tahun. Mereka pasti memiliki kenangan terhadap pakaian seragam itu. Seragam kebesaran saat mereka mengikuti upacara.
Tidak hanya kesempatan upacara terakhir, kemungkinan besar mereka tidak bisa bertemu lagi setiap hari dengan teman-teman satu kelas setelah mereka lulus. Mereka menjadikan hal itu sebagai momentum untuk mengabadikan kebersamaan mereka. Beberapa kelompok murid kelas 12 terlihat mengambil foto. Berbagai gaya ditampilkan. Gaya-gaya yang mungkin terus diingat sampai dengan beberapa tahun ke depan.
Satu di antara kelompok murid mengabadikan kebersamaan mereka di salah satu sudut lapangan upacara. Mereka semuanya murid laki-laki yang berasal dari satu kelas yang sama. Mereka berpose seperti murid-murid yang sedang menerima penghargaan. Tetapi tangan mereka tidak sedang memegang sertifikat penghargaan. Meskipun demikian, mereka tetap juara. Mereka berhak mendapatkan predikat juara karena mereka sudah hampir menyelesaikan seluruh proses pembelajaran.(aa)
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Alhamdulillahi robbil alamin kami panjatkan kehadlirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah akhirnya Website sekolah…
Copyright © 2017 - 2026 SMA Negeri 8 Balikpapan All rights reserved.
Powered by sekolahku.web.id