SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Melihat Indikator

Minggu, 25 Januari 2026 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 114 Kali

Proses pembelajaran tidak biasa dilaksanakan di akhir pekan ini. Biasanya pembelajaran dilaksanakan dari pagi hingga sore hari. Dari hari Senin sampai dengan Jumat. Dari jam pelajaran pertama sampai kesepuluh. Dipimpin dari seorang guru ke guru berikutnya. Seorang guru akan mendatangi satu ruang kelas ke ruang kelas berikutnya.

Tetapi kebiasaan seperti itu tidak berlaku pada hari itu. Proses pembelajaran tidak berbasis rombongan belajar. Semua murid hanya dikelompokkan menjadi dua. Atau dibagi dua. Pembagian itu dilaksanakan karena mempertimbangkan kapasitas sarana dan prasarana pendukung. 

Jika murid-murid itu tidak dibagi dua, maka sarana dan prasarana tidak mencukupi. Kalau dipaksakan kegiatan ini dalam waktu dan tempat yang sama, maka pertimbangan keselamatan dan kenyamanan kemungkinan besar tidak bisa dicapai. Dengan kata lain potensi bahaya atau hambatan terhadap peserta kemungkinan besar bisa terjadi.

Pembagian rombongan belajar dilaksanakan secara sistematis. Sistematikanya berdasarkan kondusifitas kelompok. Guru-guru pembina atau wali kelas sudah memiliki peta pembagian kelompok itu. Sehingga kelompok itu tidak semata-mata berdasarkan kelompok usia atau jenjang kelas. 

Setengah dari jumlah seluruh murid di sekolah ini mengadakan pembelajaran di hari pertama. Kegiatan pembelajaran itu disebut perkemahan Jumat Sabtu atau Perjusa. Kegiatan itu dimulai pada hari jumat pukul 15.00. Dimulai dengan upacara pembukaan. Saat pembukaan itu satu di antara kegiatan utamanya adalah pembacaan Dasa Dharma.

Dasa darma bisa dikatakan dengan kata-kata lain adalah sepuluh prinsip sebagai dasar kegiatan atau pembelajaran. Yang pertama adalah beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan prinsip ini, diharapkan keimanan dan ketakwaan peserta pembelajaran bisa menjadi fokus utama.

Proses pembelajaran ini dimulai sore hari dan akan diakhiri di hari berikutnya. Terkait dengan keimanan dan ketakwaan peserta yang beragama Islam, mereka akan melalui waktu shalat wajib dari salat Ashar,  Maghrib,  Isya dan Subuh. 

Setelah acara pembukaan, mereka akan segera bertemu waktu shalat Ashar. Itu adalah waktu pembuktian pertama apakah mereka memiliki komitmen untuk melaksanakan shalat Ashar. Kemudian, kegiatan dilanjutkan jadwal berikutnya sampai tiba di waktu shalat berikutnya sebelum istirahat malam. 

Indikator penting untuk melihat keimanan dan ketakwaan murid dalam melaksanakan prinsip Dasa Dharma pertama adalah waktu shalat Shubuh. Cara melihat indikator itu adalah berapa shaf jamaah shalat Subuh di masjid sekolah. Saat itu, seluruh shaf murid laki-laki yang ada di masjid itu penuh.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT