SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Hasil Analisis

Sabtu, 03 Januari 2026 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 193 Kali

Masjid sekolah ini cukup luas untuk menampung murid yang jumlahnya kurang dari 10 orang. Bahkan masjid ini bisa menampung puluhan jamaah. Tetapi sejumlah murid ini selalu milih duduk di sudut bagian depan masjid. Mereka hampir selalu berkumpul di sudut itu sebelum shalat Ashar dimulai.

Biasanya murid-murid yang menunggu shalat berjamaah duduk bersaf-saf. Duduk menghadap ke arah kiblat. Duduk sambil membaca bacaan dzikir. Duduk dalam keadaan bersiap untuk shalat berjamaah. Duduk untuk mempersiapkan diri agar mental siap untuk menghadap Sang Pencipta.

Gambaran persiapan shalat seperti itu tidak terlihat pada diri murid-murid ini. Posisi duduk mereka bergerombol. Bergerombol di salah satu sudut ruang masjid. Mereka memang bersiap untuk melaksanakan shalat. Mereka sudah mengambil air wudhu. Syarat untuk memulai shalat satu di antaranya adalah sudah suci dari hadas kecil dengan cara berwudhu.

Tetapi mengapa mereka duduk bergerombol?

Apakah ada dasar hukum tertentu mereka duduk dalam posisi seperti itu? 

Mungkin pertanyaan-pertanyaan itu muncul di hati jamaah yang ingin melaksanakan shalat di masjid itu. Keadaan seperti itu tidak terjadi hanya sekali. Itu terjadi hampir setiap hari. Setiap hari saat libur sekolah. 

Murid-murid ini tetap datang ke sekolah walaupun saat liburan sekolah. Mereka berlatih baris-berbaris di halaman sekolah. Saat menjelang adzan Ashar, mereka berhenti latihan. Kemudian mereka mengambil air wudhu dan menunggu shalat berjamaah di dalam ruang masjid. Saat menunggu itulah mereka duduk bergerombol di sudut ruang masjid.

Dari rangkaian kegiatan yang mereka lakukan dan posisi duduk mereka seperti itu, analisis bisa dilakukan. Saat berlatih di halaman sekolah, pasti mereka dalam keadaan panas. Tubuh mereka masih terasa panas. Mereka mungkin belum cukup istirahat untuk mendinginkan tubuh. Tubuh itu belum sepenuhnya dingin. Meskipun mereka sudah membasuh wajah dan bagian tubuh yang lain dengan berwudhu, rasa panas itu masih ada.

Tentu mereka ingin merasakan keadaan tubuh yang lebih dingin sebelum pelaksanaan shalat. Keadaan itu diperlukan agar suasana shalat menjadi lebih khusyuk. Keadaan tubuh yang nyaman akan menjadikan sholat lebih nikmat. Itulah usaha mereka agar badan menjadi lebih nyaman. Duduk di pojok atau sudut masjid itu bukan tanpa alasan. Di tempat itu ternyata ada kipas angin yang berputar kencang. Ada hembusan angin untuk mendinginkan badan.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT