SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Efisiensi Anggaran

Sabtu, 13 Desember 2025 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 191 Kali

Beberapa tenda ukuran kecil dipasang di halaman sekolah. Ada beberapa kegiatan dilaksanakan hari itu. Tepatnya, kegiatan pembelajaran dilaksanakan di halaman itu. Semua Murid belajar di luar kelas. Guru-guru juga berada di sana. Mereka semua berinteraksi secara leluasa di tempat terbuka.

Melihat keadaan seperti itu, sejumlah Murid menerapkan Dimensi Profil Lulusan (DPL) Berpikir Kritis. Ada sesuatu yang perlu dikritisi. Ada peluang yang bisa dimanfaatkan. Ada dimensi waktu yang tidak boleh dilewatkan berlalu. Tidak di setiap waktu ada suasana seperti itu.

Murid-murid yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) melihat peluang itu. Peluang yang memberikan potensi ekonomi bisa digali. Murid-murid yang berinteraksi di luar kelas bisa merasa haus dan lapar. Mereka bisa menyediakan kebutuhan Murid-murid itu.

Satu di antara tenda-tenda itu bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan mereka yang lapar dan haus. Sejumlah Murid kritis itu membuat perencanaan. Bagaimana cara menyediakan makanan dan minuman. Makanan dan minuman apa yang bisa disediakan?

Mereka memilih tahu. Tahu yang bagaimana? Tahu yang diminati kebanyakan Murid. Tanpa ragu mereka menyiapkan 300 potong tahu. Setiap potong dibagi dua. Potongan segi tiga. Jumlahnya menjadi 600 potong. Beberapa ekor daging ayam disiapkan. Daging itu dicincang dan diolah. Kemudian daging ayam itu dimasukkan ke dalam potongan tahu-tahu itu. 

Masih ada satu tahap lagi. Agar gagah dan menarik perhatian, tahu-tahu itu “dibungkus” dengan adonan tepung. Setelah itu, potongan tahu-tahu itu digoreng dan dihidangkan dalam keadaan masih panas.

Hasil berpikir kritis mereka memberikan manfaat. Memberikan keuntungan juga. Hasil penjualan tahu-tahu itu memberikan keuntungan. Tidak hanya uang, tetapi juga pengalaman. Mereka tampak luwes saat menggoreng dan menjualnya. Tidak terlihat kaku atau malu. 

Justru mereka telah berpikir maju. Mereka memanfaatkan keuntungan itu untuk menambah cadangan pendanaan untuk kegiatan organisasi. Mereka tidak hanya tergantung  kepada dana yang disediakan sekolah yang terbatas itu. Mereka bisa diandalkan untuk mendapatkan alternatif pendanaan di tengah anggaran yang serba efisiensi.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT