SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Kehidupan Nyata

Kamis, 18 Desember 2025 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 156 Kali

Tampil hanya sebentar. Tidak lebih dari 5 menit. Waktu tidak bisa ditambah. Sudah baik ataupun belum, penampilan murid-murid ini hanya diberi waktu saat itu. Waktunya tidak mungkin diganti dengan waktu yang lain. Sekali tampil harus berhasil. Tidak bisa diulang penampilan mereka. 

Tentu saja Murid-murid penari itu harus memberikan penampilan yang terbaik saat itu. Untuk mencapainya, mereka berlatih berhari-hari. Tiap hari tanpa henti. Mereka memanfaatkan waktu selama mereka berada di sekolah. Waktu sore hari yang sering mereka gunakan untuk berlatih. 

Mereka berlatih tetapi tidak ada yang melatih. Mereka menciptakan gerakan sendiri. Kadang-kadang mereka terlihat mencari inspirasi melalui layar telepon genggam mereka. Banyak pilihan gerakan tari yang bisa mereka adopsi. Tetapi mereka memilih untuk menciptakan gerakan sendiri.

Saat berlatih mereka juga terlihat diskusi. Mereka menyepakati digerakkan yang akan ditampilkan. Setelah sepakat mereka mencoba gerakan-gerakan itu. Gerakan itu dicoba dan dirasakan. Jika ada gerakan yang belum pas belum sesuai mereka akan mengevaluasinya. Bahkan mungkin mereka menggantinya. 

Begitu seterusnya, mereka selalu berproses untuk menemukan yang terbaik. Kemudian mereka melatih gerakan yang sudah disepakati sampai berhari-hari. Mereka terlihat tidak lelah. Semangat mereka tidak mudah patah. Mereka berlatih terus. Tidak peduli dengan orang-orang yang ada di sekitar mereka. 

Mungkin orang-orang yang ada di sekitar mereka itu berpikir mengapa mereka mau melakukan itu. Tidak ada yang melatih mereka. Tidak ada konsumsi. Tidak ada honor untuk mereka. Tidak ada piala kejuaraan yang diperebutkan. Bahkan tidak terlihat ada orang yang menyemangati mereka. Mereka tetap menyemangati diri mereka sendiri.

Mereka sendiri yang menyiapkan ornamen-ornamen tari atau atribut-atributnya. Bahan-bahan polos mereka dapatkan. Kemudian mereka sendiri yang melukis di bahan-bahan itu. Ternyata mereka tidak hanya bisa menari tetapi mereka juga bisa melukis. Efek efisiensi anggaran bisa membuat kreativitas mereka menjadi berkembang. 

Anggaran bukan satu-satunya sarana untuk membuat mereka berkembang. Dengan anggaran yang pas-pasan kemandirian mereka malah berkembang. Mereka bisa belajar tentang penyesuaian. Mereka bisa belajar tentang keseimbangan. Mereka juga bisa belajar tentang kenyataan dalam hidup. Bukan hanya hidup dalam angan-angan.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT