SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

SD SMA

Sabtu, 15 Nopember 2025 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 393 Kali

Bisakah anak-anak usia 12 tahun belajar di Sekolah Menengah Atas (SMA)? Di usia itu, umumnya mereka belum menyelesaikan belajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau sederajat. Syarat utama calon Murid SMA adalah mereka lulus dan mendapatkan ijazah SMP. 

Rombongan anak-anak berusia sekitar 12 tahun mengunjungi sekolah ini. Mereka menggunakan moda transportasi Angkutan Kota (Angkot). Beberapa Angkot parkir di halaman sekolah ini. Alat transportasi umum itu tetap menunggu anak-anak itu sampai mereka selesai berkegiatan. 

Puluhan anak-anak itu turun dari Angkot dengan wajah ceria. Mereka mengenakan pakaian seragam olahraga berwarna hijau. Mereka menginjakkan kaki di halaman sekolah ini. Sekolah setingkat SMA. Tidak ada yang mempermasalahkan mereka. Bahkan mereka disambut oleh beberapa orang guru dan Murid dari sekolah ini.

Anak-anak ceria itu diarahkan menuju sebuah gazebo di bagian belakang sekolah ini. Gazebo itu dibangun di atas tanah rawa. Fondasinya terbuat dari kayu ulin. Kayu “besi" khas Kalimantan. Lantainya juga terbuat dari papan kayu ulin. Gazebo itu beratap seng tetapi tidak berdinding.

Duduk di bangku panjang di gazebo, anak-anak itu bisa melihat pemandangan di sekitarnya. Pohon-pohon mangrove tumbuh sehat seperti menjadi hiasan. Di bagian bawah, ada tanah basah berlumpur. Tanah khas tambak yang mendapat “pasokan" air laut. Siklus umum rotasi air itu adalah pada malam hari air datang dan siang hari air itu pergi. 

Saat itu posisi air sedang tidak pasang. Permukaan tanah bisa dilihat. Keadaan tanah yang menarik perhatian anak-anak itu untuk bermain lumpur. Tetapi mereka tidak akan bermain. Mereka ingin belajar menanam bibit pohon mangrove.

Mereka adalah Murid-murid dari suatu Sekolah Dasar (SD) di kota ini. Didampingi oleh beberapa orang guru dan orang tua, mereka belajar langsung bagaimana mencintai lingkungan dengan menanam pohon mangrove. Mereka mengaku senang menginjak tanah berlumpur. 

Dalam proses penanaman itu, ada interaksi Murid dari dua jenjang: SD dan SMA. Murid-murid SD bisa belajar di SMA. Mereka bersinergi dalam pembelajaran praktik langsung. Seperti kakak dan adik. Itu bukan hanya berita. Tetapi, itu kenyataan.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT