Raut wajah Peserta Didik (PD) ini cerah dan optimis. Di dalam kelas, dia duduk di deretan paling depan. Dua hal itu mencerminkan kepribadiannya. Kepribadian yang kuat dan bersemangat.
Sebelum pembelajaran dimulai suatu pagi, ada hal yang agak aneh di dekat kursi tempat dia duduk. Ada banyak plastik. Cukup banyak. Ukurannya cukup besar. Bukan kantong plastik biasa.
“Ibu saya yang memberikan plastik ini”, kata PD itu ketika ditanyakan perihal plastik itu. Ibunya memberikan dukungan kepada putranya yang menghadapi pagi yang berat.
Pagi itu hujan deras sekali sejak waktu sholat shubuh. Hujan juga merata di seluruh kota. Langit terlihat hitam. Sinar matahari sulit sampai di permukaan bumi. Pagi tetap terlihat gelap. Seperti malam. Padahal waktu sudah hampir pukul 7.
Hujan deras tetap turun. Tetapi keadaan tetap kondusif. Angin tidak berhembus. Pepohonan terlihat diam. Pagi itu hujan turun tetapi tetap aman untuk berkendaraan.
Sampai pukul 07.30 hujan deras masih turun. Belum banyak PD dan guru yang sudah tiba di sekolah. Pembelajaran ditunda 5 menit. Keadaan masih gelap. Suara air hujan yang jatuh di atap sekolah menjadi musik pagi yang “menghibur” PD dan guru yang sudah hadir di sekolah.
Meskipun demikian, proses pembelajaran tetap dimulai. Lebih dari setengah jumlah PD sudah hadir di suatu kelas. Jam pertama dan kedua terjadwal mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan kesehatan. Sebagian PD sudah memakai pakaian olahraga. Kegiatan olahraga di luar gedung tidak mungkin dilaksanakan pagi itu. Sebagian PD masih mengenakan pakaian seragam biasa.
Seorang PD yang yang membawa banyak plastik itu berhasil menembus derasnya hujan pagi itu. Ibunda PD itu menguatkan tekadnya. Tidak hanya mendoakan putranya, dia juga memberikan plastik besar untuk putranya. Kantong plastik untuk sepatu dan kantong plastik untuk tas dimasukkan di plastik besar itu.
Dengan pelindung plastik untuk barang-barangnya, dia memakai jaket dan celana jas hujan. Baju jas hujannya sudah robek. Pelindung kakinya cukup sandal jepit.
Dengan semua dukungan itu, dia berhasil sampai di sekolah tepat waktu dengan mengendarai sepeda motor. Meskipun hujan, dia tidak terlambat. Dia memperjuangkan kehadiran itu bagaikan kesatria. Dia layak memperjuangkannya. Dia merupakan satu di antara 5 PD di kelas itu yang terus mempertahankan kehadirannya 100 persen.(aa)
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Alhamdulillahi robbil alamin kami panjatkan kehadlirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah akhirnya Website sekolah…
Copyright © 2017 - 2026 SMA Negeri 8 Balikpapan All rights reserved.
Powered by sekolahku.web.id