Belajar dari awal, Peserta Didik (PD) yang sudah menjadi lulusan di awal bulan ini tidak pernah menyerah. Dua tahun sebelumnya, lulusan itu mengawali petualangannya. Dia bergabung dengan Ekstrakurikuler Dual Track Multimedia.
Dia menyukai kamera. Walaupun tidak memiliki kamera profesional, dia bisa memanfaatkan kamera sekolah. Beberapa foto dan video telah dia abadikan. Hasil fotografi itu kemudian disunting sesuai keperluan.
Tetapi dia masih lebih suka memegang kamera.
Pengalaman pertama baginya untuk mengikuti kegiatan di luar kota adalah di Samarinda. Seluruh sekolah di Kalimantan Timur yang bergabung dalam Kurikulum Dual Track mengadakan pameran di kota itu. Dia menikmati kegiatan itu. Dengan sebuah kamera, dia mendapatkan banyak objek diabdikan.
Saat itu, di ruang terbuka, banyak lalu lalang pengunjung pameran, dia memegang kamera tanpa tali pengaman. Dia berpendapat bahwa fotografer profesional tidak memerlukan tali pengaman. Beberapa waktu kemudian, kamera yang tanpa tali pengaman itu terlihat di atas meja. Bahkan di pinggir meja pameran. Rentan tersenggol dan jatuh.
Sebagai pemula dalam pemakaian kamera, dia memang belum merasakan pentingnya keamanan kamera saat itu.
Beberapa Minggu setelah kegiatan di Samarinda, sesuatu terjadi. Kamera itu terjatuh. Rusak. Perlu perbaikan. Perlu biaya.
Itu pengalaman penting baginya.
Pengalaman mahal dengan biaya mahal pula.
Belajar dari pengalaman itu, dia mulai menyadari pentingnya pengamanan kamera. Setelah itu dia terlihat memakai kamera dengan alat pengaman. Dia mulai semakin dekat dengan kamera. Setiap ada kegiatan-kegiatan di sekolah, dia tampil sebagai fotografer. Bahkan dia meningkatkan keterampilannya dengan mengemudikan kamera terbang.
Kegiatan yang berkaitan dengan kamera terus digelutinya sampai dia lulus di sekolah ini. Beberapa proyek dokumenter dan film pendek dikerjakan bersama pelatihnya. Beberapa guru dan sekolah-sekolah lain sudah pernah meminta jasanya untuk pembuatan foto dan video.
Lulusan itu tidak puas hanya sampai di situ. Dia menginginkan ilmu dan keterampilannya jauh di atas apa yang dia dapatkan saat ini. Dia ingin melanjutkan dan mendalami perfilman. Dia berjuang melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Dia belum berhasil.
Dia tidak menyerah.
Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) merupakan pilihan perjuangan selanjutnya. Portofolio yang dia hasilkan selama ini dilampirkan untuk mendukung nilai tes. Karya asli yang selama ini dikerjakan di bidang multimedia menjadi bukti kecintaannya di bidang perkameraan.
Sebagian mimpinya sudah tercapai. Beberapa jam yang lalu dia dinyatakan lulus dari SNBT. Tidak sekedar lulus. Dia lulus di program studi (prodi) impiannya. Prodi yang tidak dipilih oleh kebanyakan teman-temannya.
Dia diterima di Perguruan Tinggi Negeri: Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Jawa Barat. Prodinya Televisi dan Film (Sarjana Terapan). Sebuah film pendek fiksi yang diperankannya, “Perahu Kecil”, terpilih sebagai nominasi favorit Nusantara Short Film Festival (NSSF) 2025.(aa)
Tautan lengkap:
https://youtube.com/watch?v=xLHwTIvgVcE&feature=shared
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Alhamdulillahi robbil alamin kami panjatkan kehadlirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah akhirnya Website sekolah…
Copyright © 2017 - 2026 SMA Negeri 8 Balikpapan All rights reserved.
Powered by sekolahku.web.id