SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Pemanfaatan Digital

Kamis, 02 Oktober 2025 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 388 Kali

Posisi duduk Murid-murid di suatu ruang kelas tampak tidak biasa di suatu pagi. Mereka duduk seperti posisi di gedung bioskop. Semua menghadap ke depan. Tidak terlihat meja di depan mereka.

Meja di kelas itu seperti “bersembunyi”.

Mereka serius menatap ke depan. Tempat duduk disusun rapat. Mereka terlihat kompak. Mungkin seperti itu gambaran persatuan dan kesatuan. Mereka menyatu dalam melakukan proses pembelajaran saat itu.

Bagaimana mereka bisa se-kondusif itu tanpa keberadaan seorang guru bersama mereka di kelas?

Seluruh guru tidak berada di setiap ruang kelas. Mereka sedang melaksanakan kegiatan evaluasi bersama pengawas sekolah di beberapa ruang. Evaluasi tentang perencanaan pembelajaran. Kegiatan seperti itu dilaksanakan setahun sekali. 

Keberadaan guru digantikan oleh “guru pengganti”. Pengganti secara fisik dan nonfisik. Secara fisik ada “guru kecil” di setiap kelas. Mereka berasal dari anggota Organisasi Intra Sekolah (OSIS). Setiap kelas ada satu atau dua orang anggota OSIS. Tugas mereka adalah menyiapkan peralatan pembelajaran berupa sebuah laptop dan alat elektronik untuk presentasi.

Para guru kecil itu juga memastikan laptop tersebut bisa terhubung ke jaringan internet. Wifi di setiap kelas bisa mendukung jaringan internet. Kemudian laptop juga dihubungkan dengan layar presentasi ke arah depan kelas. Jaringan tata suara di setiap kelas juga dikontrol oleh seorang anggota OSIS.

Perangkat video audio dipastikan sudah terhubung ke jaringan internet oleh para anggota OSIS. Murid di kelas bisa melihat tayangan video, mendengarkan suaranya, dan menyampaikan pesan secara lisan dan teks melalui suatu platform pertemuan digital. Seluruh ruang yang berjumlah 25 kelas dan berisi 888 orang Murid dalam posisi siap untuk mengadakan pertemuan digital.

Saat semua sudah siap sesuai jadwal, seorang “guru nonfisik” mulai memimpin pembelajaran dari jarak jauh. Secara fisik guru itu tidak berada di kelas. Tetapi gambar wajah dan suaranya ada di setiap kelas. Seakan-akan guru itu bisa bertemu langsung dengan seluruh Murid.

Guru itu “hadir” dalam rangka pelaksanaan program kerjasama antara ASEAN Foundation, Google.org, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur. Mereka melaksanakan kerja sama dalam kegiatan Hour of Code. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh Guru dan Murid di sekolah ini yang terpilih untuk kegiatan kerjasama tersebut.

Kegiatan itu berlangsung secara virtual. Sesi pertama untuk semua Guru. Dan sesi kedua untuk semua Murid. Masing-masing sesi berlangsung selama 90 menit. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di negara-negara ASEAN dengan tajuk AI Ready ASEAN. 

Kegiatan itu bertujuan untuk mengedukasi jutaan orang di negara-negara ASEAN tentang manfaat dan bahaya Artificial Intelligence (AI). Pembelajaran itu dimungkinkan terlaksana melalui pemanfaatan digital sebagai satu di antara 4 Kerangka Pembelajaran dalam pendekatan Pembelajaran Mendalam.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT