SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Menikmati Kolaborasi

Jum'at, 03 Oktober 2025 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 522 Kali

Suasana pembelajaran di suatu kelas tampak kondusif. Apalagi letak kelas itu berada langsung di pinggir hutan mangrove. Salah satu sisinya “dipagari” dengan jajaran pohon-pohon mangrove yang berdiri gagah. 

Memandang ke arah luar melalui jendela menjadikan mata terasa segar. Daun-daun hijau terlihat meneduhkan. Menyegarkan. Ditambah lagi, ada air rawa pasang surut di bawah dan samping ruang kelas itu. Saat permukaan air pasang, suasana hati menjadi riang. 

Air yang memberikan manfaat bagi kehidupan itu memancarkan “karakter” positif. Proses pembelajaran yang “didampingi” air dan pepohonan  juga menjadi positif. Menjadi kondusif. Menjadi reflektif.

Merefleksikan suasana seperti itu memberikan rasa syukur. Tidak banyak keadaan lingkungan  ruang kelas seperti itu di tempat lain. Jarang sekali ada suasana seperti itu. Rasa syukur bisa memberikan rasa lega. Rasa yang bisa membangkitkan pikiran membangun. Membangun dunia menjadi lebih baik.

Terinspirasi cara hidup pepohonan itu, seorang guru mengelola Murid-muridnya dalam kelompok. Pepohonan mangrove lebih suka hidup dalam kelompok. Dengan berkelompok mereka terlihat bersatu. Terlihat kuat dan akrab. 

Kelompok-kelompok Murid itu saling berinteraksi dalam kelompok kecil. Mereka bisa saling pandang. Komunikasi bisa dilakukan dengan ekspresi langsung. Suara tidak harus ditinggikan. Jarak mereka cukup dekat. Pesan bisa dengan mudah diterima dan disampaikan. Kekurangan pengetahuan bisa saling ditambahkan oleh mereka yang lebih mengetahui.

Tidak semua pengetahuan harus dari guru. Tidak juga hanya dari buku yang ada di atas meja. Saat ini sumber pengetahuan bisa dari mana saja. Kecerdasan buatan yang menggunakan teknologi digital bisa dimanfaatkan untuk membantu. Tetapi teknologi itu perlu ditempatkan sebagai alat bantu bukan penentu. Dia semata-mata hanya alat bantu.

Oleh karena itu kehadiran seorang guru dalam proses pembelajaran Murid masih ditunggu. Seorang guru perlu mendatangi kelompok-kelompok kecil itu untuk memandu. Kolaborasi Murid dengan Murid dan Murid dengan Guru mempermudah untuk mendapatkan ilmu. Kolaborasi perlu dinikmati agar proses pembelajaran bermutu.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT