SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Belajar Kemandirian

Minggu, 05 Oktober 2025 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 418 Kali

Proses pembelajaran di seluruh kelas tidak dibersamai oleh Guru suatu hari. Semua guru sedang melaksanakan refleksi bersama pengawas sekolah di beberapa ruang. Proses pembelajaran di kelas-kelas harus terus berlangsung.

Bagaimana proses pembelajaran bisa berlangsung tanpa kehadiran guru?

Bahkan di jam pertama di pagi hari, seluruh guru juga tidak membersamai Murid dalam upacara bendera kecuali seorang guru yang menjadi pembina upacara. Pada saat yang sama, guru-guru sedang mengikuti suatu sosialisasi program di ruang guru. Semua guru. Hanya tenaga kependidikan membersamai pelaksanaan upacara.

Mungkin sepanjang sejarah pelaksanaan upacara di sekolah, baru saat itu guru-guru tidak hadir sebagai peserta upacara.

Aneh tapi nyata. Upacara berlangsung di halaman sekolah, sementara guru-guru melaksanakan kegiatan di ruang guru. Salah satu sisi ruang guru yang berjendela kaca menghadap ke lapangan upacara. Guru-guru bisa melihat para Murid melaksanakan upacara. Suara kegiatan upacara bisa didengarkan di ruang guru. Mungkin suara kegiatan di ruang guru juga bisa didengarkan di lapangan upacara.

Jadwal kegiatan Guru-guru itu sudah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur jauh hari sebelumnya. Waktu dan harinya sudah ditentukan. Pukul 07.30 WITA tanggal 1 Oktober. Pada saat yang sama Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga harus dilaksanakan.  

Semua jadwal sudah ditetapkan. Semua kegiatan harus berjalan beriringan.

Pelaksanaan upacara dan kegiatan guru di ruang guru sudah selesai. Keduanya berlangsung dengan sukses. “Drama” itu belum selesai. Saat sudah selesai dengan kegiatan pertama, Guru-guru melanjutkan kegiatan bersama pengawas sekolah. Kegiatan itu juga sudah lama dijadwalkan.

Lagi-lagi para Guru tidak bisa membersamai Murid-murid dalam proses pembelajaran di kelas. Para Murid melakukan pembelajaran seperti pembelajaran para Guru di pagi hari. Pembelajaran tentang manfaat dan mudharat Kecerdasan Artifisial. Nama programnya Artificial Intelligence Ready ASEAN. Semua Murid di seluruh kelas harus mengikuti program itu. 

Secara daring dan serentak, pembelajaran saat itu dipimpin oleh seorang Narasumber dari jarak jauh. Kehadirannya secara digital. Pembelajaran itu juga berhasil dilaksanakan dengan baik. Selain belajar tentang kecerdasan artifisial, para Murid juga belajar tentang kemandirian. Mereka bisa belajar tanpa kehadiran Guru di kelas. Kemandirian merupakan satu di antara 8 Dimensi Profil Lulusan.(aa) 

  1. TULISAN TERKAIT