SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Memberikan Teladan

Jum'at, 02 Mei 2025 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 666 Kali

Mengenakan pakaian adat yang kompak, sejumlah guru dan tenaga kependidikan wanita membuka acara dengan tarian. Itu tidak biasa. Biasanya Peserta Didik (PD) menari untuk acara itu. Guru “hanya” sebagai pembina tarian. 

Bukan bermaksud bersaing dengan PD, guru-guru itu menari di depan PD dengan suatu tujuan. Tujuan pertama, mereka berpartisipasi dalam peringatan hari pahlawan wanita. Saat itu, PD dan guru wanita mendapatkan peran mayoritas dalam kegiatan.

Tidak sekedar berpartisipasi untuk menari, guru-guru wanita itu ingin menunjukkan bahwa mereka bisa menari. Tidak sekedar bisa, mereka ingin menunjukkan bahwa tarian mereka layak diapresiasi.

Tidak mudah bagi guru-guru itu bisa menari secara tim. Jumlah mereka belasan. Memadukan gerakan dengan anggota sebanyak itu memerlukan latihan. Sekali latihan tidak cukup. Mereka berlatih berkali-kali sampai gerakan mereka padu.

Tujuan kedua adalah guru-guru itu merujuk kepada pengertian pendidikan seperti yang tertera dalam Pasal 1 Ayat 1 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional: 

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Berdasarkan pengertian itu bahwa  inti pendidikan itu adalah proses belajar peserta didik untuk mengembangkan potensinya. Guru-guru itu ingin menunjukkan kepada PD bahwa potensi menari mereka bisa dikembangkan dengan belajar dan berlatih. 

Guru-guru itu telah menunjukkannya. Mereka ingin memberikan contoh dan teladan bahwa semua potensi bisa dikembangkan dengan belajar dan berlatih.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT