SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Mencerdaskan Bangsa

Minggu, 04 Mei 2025 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 697 Kali

Biasanya Peserta Didik (PD) yang melakukannya. Beberapa hari sebelumnya, guru-guru wanita yang melakukannya. Pada saat upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), guru-guru pria yang melaksanakannya.

PD dan guru pria wanita telah melaksanakan tugas sebagai petugas upacara. 

Resep bagi mereka sama: berlatih. Tidak ada keterampilan bisa dicapai tanpa berlatih. Guru-guru pria itu juga melakukan latihan. Tidak hanya sekali, mereka berlatih berkali-kali. Berlatih di bawah terik sinar matahari. Latihan yang berat. Mereka berjuang melawan rasa penat. Menahan rasa panas sinar matahari yang menyengat.

Bahkan, mereka berlatih di hari libur. Semangat mereka tidak kendur. Mereka tetap bergerak maju dan mundur. Walaupun keringat bercucuran, semangat mereka tidak luntur. Mereka tetap menjaga energi tetap teratur. Melatih otot-otot mereka agar semakin lentur. Untuk memastikan gerakan mereka lancar dan terukur.

Mereka terus berlatih. Awalnya mereka dimotivasi oleh guru-guru wanita yang telah menjadi petugas upacara sebelumnya. Wanita saja bisa. Laki-laki harus bisa.

Guru-guru pria itu seperti tidak punya pilihan. Pilihannya antara menghindar atau melaksanakan tugas itu. Jika menghindar malu. Jika melakukannya, mereka harus berlatih keras. Sebagai pria, pasti pilihannya berlatih. Pria tidak mau kalah dengan wanita.

Hari pembuktian tiba. Guru-guru pria itu melaksanakan tugas sebagai petugas upacara Hardiknas. Pakaian seragam mereka kenakan. Topi (pinjaman) dipakai sebagai penutup kepala. Masing-masing melakukan tugas yang telah disepakati. 

Mereka tampak gagah. Mereka melakukan tugas dengan baik. Nyaris sempurna. Penampilan mereka disaksikan seluruh PD. Mereka telah melaksanakan tugas sebagai petugas upacara. Mereka masih memiliki tugas lagi untuk membantu dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT