SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Belajar Memberi

Selasa, 20 Mei 2025 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 570 Kali

Bukan sekedar memfasilitasi kelulusan Peserta Didik (PD). Bukan sekedar menjalankan tugas untuk mendampingi PD dalam proses pembelajaran. Bukan sekedar memberikan nilai agar PD bisa lulus. Bukan sekedar melatih agar PD bisa mengembangkan potensi mereka. Tetapi guru-guru dan tenaga kependidikan juga memberikan yang lainnya.

Bukan sekedar memberikan.

Bahkan memberikan yang terbaik.

Dan ikhlas.

Di sela-sela kesibukan dalam menjalankan tugas utama, guru-guru dan tenaga kependidikan wanita itu melakukan sesuatu di suatu ruang. Tidak terlihat apa yang mereka lakukan. Mungkin mereka sengaja melakukannya di suatu ruang agar fokus. Mungkin juga ada maksud tertentu: kejutan.

Tetapi, satu di antara mereka “membocorkan” kegiatan itu. Mereka berlatih keras di saat waktu luang selama berhari-hari. Berlatih keras tanpa gaduh. Latihannya alami. Seperti tidak terjadi apa-apa. Mereka seperti memiliki energi cadangan. Di tengah kepenatan bekerja, mereka masih kuat melakukan latihan.

Mereka melakukan itu tanpa perintah atasan. Tanpa pesanan dari sponsor tertentu. Mereka melakukannya karena mereka mau melakukannya. 

Semua berperan aktif. Semua sepakat untuk melakukan sesuatu. Sepertinya tidak ada yang perlu diperselisihkan. Yang ada masukan. Kompromi pilihannya. Hasil latihan tujuannya.

Pengatur acara mempersilakan guru-guru dan tenaga kependidikan wanita itu masuk ke panggung. Jumlah mereka cukup banyak. Hampir memenuhi seluruah panggung. Panggung yang dipersembahkan orang tua PD dalam syukuran kelulusan putra putri mereka. Panggung yang dihiasi dengan tatanan lampu dan suara yang atraktif.

Mereka baru masuk panggung saja sudah diberikan tepuk tangan meriah. Kemudian mereka melanjutkan menari tarian tradisional. Tarian sangat Indonesia. Gerakan sederhana tetapi penuh makna.

Tepuk tangan kembali bergemuruh di gedung yang sering digunakan untuk penampilan seni itu. Kelompok tari itu tidak sekedar tampil. Mereka membuat formasi yang mengejutkan penonton. Seakan penonton tidak percaya guru dan tenaga kependidikan itu bisa tampil sekreatif itu.

Para lulusan yang sedang berbahagia itu mendapatkan “bonus” dari guru dan tenaga kependidikan. Bonus itu bisa menjadi “sangu” bagi para lulusan untuk memperjuangkan kehidupan mereka. Bahwa hidup itu tidak sekedar bagaimana mendapatkan sesuatu. Tetapi hidup akan lebih bermakna saat mereka bisa memberikan sesuatu. Pemberian yang ikhlas. Pemberian yang tidak diminta sebelumnya.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT