SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Mencintai Solusi

Rabu, 21 Mei 2025 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 550 Kali

Seorang Peserta Didik (PD) sedang membawa suatu maket tiga dimensi suatu pagi. Hujan deras turun pagi itu. Karena derasnya hujan itu, proses pembelajaran sempat dimundurkan selama lima menit. Dalam suasana seperti itu, PD tersebut tetap ceria. Dia berjalan seperti tidak punya beban. Langkahnya juga cepat seperti tidak membawa apa-apa.

Ada tulisan di bagian depan bangunan beratap kuning itu. Tulisannya besar. Berbahasa Inggris. Tulisan itu tidak menempel di dinding. Setiap huruf berbentuk tiga dimensi. Setiap huruf berdiri tegak dengan satu tiang. Tulisan itu terlihat gagah dan memberikan pesan yang kuat:

Recovery.

Apa pesan kata berbahasa Inggris itu?

Tidak perlu buru-buru mencari artinya di kamus. Arti kata itu bisa dianalisis dari maket bangunan itu dan bagian-bagian pendukungnya. Di bagian belakang bangunan utama ada tempat penampungan sampah sementara (TPS). 

Apa hubungannya dengan bangunan itu?

TPS itu merupakan simbol tempat penampungan sampah sementara dari masyarakat. Kemudian sampah-sampah itu diangkut ke bangunan itu. Di dalamnya, sampah itu diproses lebih lanjut.

PD dengan usia semuda itu sudah bisa membayangkan bagaimana cara mengelola dan menyayangi sampah.

Pada suatu sore ada pemandangan yang berbeda. Proses pembelajaran terjadwal sudah selesai. Meskipun demikian ada proses pembelajaran selanjutnya. 

Seorang PD terlihat bersiap untuk pulang. Dia menenteng kantong plastik warna merah. Dia dalam proses pembelajaran untuk mencintai sampah. Kantong yang ditentengnya berisi sampah dari kelasnya. Setiap hari, PD membawa pulang sampah secara bergantian. Sampah itu kemudian diletakkan di TPS di dekat rumahnya.

Dari TPS itu, sampah diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Manggar, Balikpapan Timur.

Pada awal TPAS itu dibuka, tempat meletakkan sampah itu berupa lembah atau jurang. Saat ini lokasi itu menjadi seperti bukit. Bukit itu bisa dilihat di dekat Kilometer 4 Jalan Tol Balikpapan Samarinda.

Jika pemrosesan sampah masih dilakukan dengan cara biasa, bukit sampah itu akan semakin tinggi. Bahkan TPAS itu sudah akan mencapai kapasitas maksimal pada tahun 2028. Tinggal 3 tahun lagi.

Bukit itu bisa menjadi gunung. Akan menambah lagi gunung yang sudah banyak berada di Balikpapan. Gunung Sari, Gunung Pasir, Gunung Tembak, Gunung Belah, Gunung Guntur dan seterusnya.

PD yang membawa maket dengan judul Recovery itu telah menawarkan konsep solusi. Konsep itu ternyata sedang diperjuangkan oleh Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

DLH akan segera membangun gedung untuk pembakaran sampah atau insinerasi di lahan seluas 5 hektar dari 40 hektar TPAS Manggar. Pembakaran itu aman. Asap yang dikeluarkan sudah disaring. Air limbahnya juga sudah ramah lingkungan. 

Tidak hanya itu, suhu panas dari pembakaran itu bisa menghasilkan listrik sampai dengan 15 ribu KWH. Sisa pembakarannya bisa dijadikan aspal.

PD yang terlihat sederhana itu ternyata telah menawarkan konsep besar dalam pengelolaan sampah. Sampah perlu disayangi karena dia masih bisa memberikan manfaat bagi manusia.(aa) 

  1. TULISAN TERKAIT