SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Menikmati Ibadah

Jum'at, 06 Juni 2025 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 568 Kali

Sholat Idul Adha dilaksanakan di sebuah taman The University of Southern Queensland, Australia pada hari Jumat. Sama harinya dengan Idul Adha hari ini di tahun ini. Taman itu cukup luas. Luasnya sekitar dua kali lapangan sepak bola. Taman yang didominasi rumput hijau itu hampir tidak memiliki bunga yang berwarna-warni. Di sekelilingnya dipagari pohon-pohon tinggi yang menjadi batas taman itu.

Pagi itu cuaca cerah sekali. Jamaah yang kebanyakan berasal dari mahasiswa kampus itu mulai berdatangan di taman itu. Jumlahnya tidak terlalu banyak. Hanya empat saf laki-laki dan hampir dua saf perempuan. Mereka duduk di atas terpal. Dengan jumlah sebanyak itu, tidak diperlukan pengeras suara. 

Suara imam dan sekaligus Khotib bisa didengar oleh jamaah. Suaranya cukup lantang. Jamaah yang berjumlah sekitar seratus orang itu bisa mendengarkan pesan yang disampaikan Khotib. Dia berasal dari daerah lain. Bukan mahasiswa. Kebanyakan mahasiswa yang berasal dari Timur Tengah pulang kampung untuk berlibur.

Mahasiswa Timur Tengah biasanya menjadi imam dan Khotib Sholat Jumat dan Idul Fitri. Mereka biasanya yang “mengomandani” kegiatan ibadah di masjid kampus yang berada di salah satu sudut taman itu. Bagi mereka hari-hari libur besar pada saat Idul Adha. Berbeda dengan di Indonesia yang libur besarnya saat Idul Fitri.

Sholat Idul Adha di taman itu terlihat sederhana. Jamaahnya tidak banyak. Tetapi penuh makna. Bisa jadi pelaksanaan sholat itu merupakan satu-satunya tempat sholat Idul Adha di Kota Toowoomba yang berpenduduk “hanya” seratusan ribu orang. Meskipun jumlah jamaahnya sedikit, mereka berasal dari banyak negara. Banyak jenis pakaian yang dikenakan terutama jamaah laki-laki.

Bahkan salah satu jamaah laki-laki berbadan besar tampak berbeda pakaiannya. Dia duduk di saf kedua paling kanan. Dia mengenakan celana pendek. Lututnya terlihat saat duduk. Kaca mata hitam dipakainya untuk menghalau sinar matahari pagi itu. Meskipun demikian, sholat Idul Adha berlangsung khidmad. Semua jamaah menikmati ibadah di Jumat pagi itu. Setelah itu, para jamaah berangkat bekerja. Hari itu bukan hari libur nasional di Australia.(aa)

Bersambung.

  1. TULISAN TERKAIT