SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Teknik Seni

Kamis, 12 Juni 2025 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 596 Kali

Lulusan 2025 ini berani mengubah pilihan. Dia awalnya diterima sebagai mahasiswi di Politeknik Negeri Balikpapan melalui jalur Seleksi Mandiri Prestasi Politeknik (SMPP). SMPP didasarkan pada prestasi akademik dan non-akademik. Pilihannya waktu itu Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Kota Cerdas (D4). Bagi kebanyakan orang, Prodi itu merupakan Prodi kekinian. Prodi impian. 

Membayangkan ilmu dan pekerjaan setelah lulus dari Prodi itu, lulusan itu akan memiliki keterampilan untuk menjadikan suatu kota nyaman bagi penduduknya. Seluruh informasi di suatu kota dikelola secara digital. Menekan suatu tombol merupakan cirinya. Suatu informasi bisa diketahui dan dianalisis hanya dengan menekan beberapa tombol. 

Membayangkannya saja, profesi itu sudah menyenangkan.

Tetapi bayangan itu tidak sesuai dengan hati nurani. Tidak selaras dengan potensi yang selama ini dia geluti. Prestasi yang sudah pernah dia raih. Prestasi yang dicapai dari lomba ke lomba. Bahkan prestasi yang mengantarkannya diterima di Politeknik itu.

Bagi orang lain, dia terlihat “mudah” untuk mendapatkan prestasi.

Seni tari merupakan seni yang “tertanam” dalam dirinya. Latihan menari yang berulang-ulang seperti tidak membuatnya lelah. Berbagai pertunjukan seni tari dilakukannya. Baik tari untuk lomba atau untuk pertunjukan. Beberapa kejuaraan di bidang tari telah diraihnya.

Pada kesempatan lain, dia meraih prestasi lagi. Prestasi yang mengejutkan. Bukan prestasi tari. Masih terkait seni. Bahkan seni yang pengelompokannya di luar seni tari. Biasanya seseorang hanya mahir dan fokus di satu bidang seni saja. Seorang seniman tari terkenal, biasanya terkenal dengan tariannya.

Dia juara di bidang Seni Rupa tingkat provinsi suatu hari.

Bagaimana dia bisa meraihnya? Dia yang selama ini terkenal menggeluti Seni Tari, tiba-tiba dia menjadi juara di Seni Rupa. Sepertinya mustahil. Tetapi itu faktanya. Fakta yang nyata.

Tidak sampai di situ, suatu hari dia tampil sebagai penyanyi di halaman sekolah. Saat Jumat Kreasi. Di depan ratusan teman-temannya, dia menyanyikan sebuah lagu. Tidak sekedar tampil, dia menyanyikannya dengan penuh penghayatan. Seperti tidak sedang belajar menyanyi. Seperti penyanyi profesional.

Bagaimana bisa dia menikmati tiga bidang seni sekaligus?

Berdasarkan potensinya, dia berani mengubah pilihan. Dia memilih melanjutkan belajar di Institut Seni Budaya Indonesia di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Dia memilih Prodi Seni Tari. Andaikan di Politeknik Negeri ada Prodi Teknik Seni, dia akan memilihnya.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT