SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Air Laut

Sabtu, 14 Juni 2025 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 491 Kali

Proses pembelajaran terjadwal atau intrakurikuler sudah berakhir. Dilanjutkan dengan proses penilaian. Proses berikutnya adalah laporan penilaian. Penyerahan laporan pendidikan sudah terjadwal dalam Kalender Pendidikan. Perlu beberapa hari untuk menyiapkan laporan itu. Ada jeda waktu sebelum penyerahan laporan itu. Itu waktu premium bagi Peserta Didik (PD) untuk belajar mandiri.

Proses pembelajaran terjadwal sudah ditentukan waktu, guru, materi, dan Rombongan Belajarnya (Rombel). Waktunya kaku. Tidak bisa ditawar-tawar. Pemerintah sudah menentukannya melalui kerangka yang disebut kurikulum. Guru menjadi pemimpin pembelajaran di setiap Rombel. Guru bertanggung jawab terhadap hasil pembelajaran. Penilaian terhadap PD diberikan guru di setiap akhir semester.

PD memerlukan lebih banyak waktu untuk belajar selain pembelajaran terjadwal. Mereka memiliki waktu itu menjelang penyerahan laporan penilaian. Pada saat itu para guru sedang berproses dalam finalisasi laporan penilaian. Pada saat itu juga PD tidak perlu berinteraksi secara langsung dengan para guru. Tidak ada jadwal khusus yang harus diikuti PD.

Pada saat seperti itu PD memiliki waktu belajar mandiri. Pembelajaran yang dirancang oleh mereka sendiri. Hasil belajar yang mereka inginkan sendiri. Semuanya terserah mereka. Asalkan pembelajaran itu bisa berjalan dengan aman. Tidak membahayakan secara fisik dan psikis mereka.

Kegiatan pembelajaran mandiri itu dikenal dengan Pertemuan Kelas. Kegiatan pembelajaran mandiri yang melibatkan partisipasi seluruh kelas atau Rombel. Kegiatan itu dikelola oleh panitia yang terdiri dari Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK). Panitia itu yang memimpin pembelajaran mandiri itu.

Mereka mempersiapkan semuanya. Termasuk tema besarnya. Setiap semester, ada tema yang selalu baru. Selalu beda. Mereka sendiri yang menentukan. Tidak ada intervensi guru. Bahkan arahan dari guru pun tidak ada. Mereka secara mandiri memutuskan tema itu.

Untuk menegaskan temanya, mereka membuat alat peraga. Alat kongkrit yang nyata yang bisa dipegang. Berbentuk tiga dimensi. Mereka membuat miniatur kapal terbuat dari kertas beserta ornamennya. Dari situ temanya menggema. Temanya terasa. Mereka memilih tema yang terkait dengan laut. Sekolah mereka berada di atas air laut pasang surut. Air yang banyak memberikan manfaat terhadap kehidupan manusia. Tema kontekstual yang muncul dari kepekaan mereka.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT