SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Masa Depan

Kamis, 26 Juni 2025 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 552 Kali

Keadaan suatu desa ini sudah berubah. Jalan aspal terlihat mulus membentang lurus. Tiang-tiang berjajar menyangga kabel listrik. Kendaraan bermotor lalu lalang di jalan itu. Bahkan truk-truk besar juga melewatimya. Di sisi kiri kanan jalan, tersedia tempat-tempat makan dengan menu modern. Tampilannya seperti tempat makan di kota-kota.

Di sebuah tempat makan, seorang wanita yang berasal dari desa itu menceritakan keadaan desa itu puluhan tahun lalu. Lahir dan besar di desa itu, wanita itu tahu betul keadaan desanya. Wanita yang kini sudah berusia enam puluhan tahun itu mengenang masa-masa kecilnya. 

Keadaan desa itu pada masa kecilnya jauh berbeda dengan keadaan sekarang. Saat itu listrik belum ada. Jalan belum beraspal. Kendaraan utama sepeda. Jalan kaki masih menjadi andalan bepergian. Kendaraan bermotor masih sangat jarang. Mata pencaharian kebanyakan penduduknya bertani. Tempat-tempat makan hampir tidak ada. Penduduknya pada umumnya makan dari masakan sendiri.

Tempat-tempat pendidikan tidak mudah dijangkau. Tidak ada bus desa yang mengantar anak-anak sekolah. Jalan kaki menuju sekolah merupakan hal yang lumrah. Jika agak beruntung, mereka bisa naik sepeda. Anak-anak bisa belajar di sekolah bukan impian orang tua. Anak-anak diharapkan bisa membantu orang tua. Membantu bekerja di rumah dan di ladang. Tenaga mereka menjadi andalan orang tua.

Anak-anak perempuan memiliki tantangan tersendiri. Mereka juga menjadi “andalan” orang tua. Mereka punya potensi untuk segera dinikahkan. Anak menantu bisa diandalkan untuk membantu mertua. Pernikahan anak-anak perempuan di usia beliau sudah biasa di saat itu.

Wanita yang masih lincah itu mengisahkan dia pernah diminta untuk menikah saat dia masih belajar di Kelas  4 Sekolah Dasar (SD).

Dengan berbagai strategi, dia bisa menolak permintaan itu. Dia ingin meneruskan belajarnya. Sekolah sampai setinggi-tingginya merupakan impiannya. Dia menginginkan masa depan yang lebih baik melalui jalur pendidikan. Dia berhasil keluar dari desa itu dan bisa belajar sampai di bangku kuliah. 

Kini dia menikmati masa tuanya dengan indah. Pekerjaan sebagai abdi negara telah selesai  diembannya. Anak-anak dan cucunya bisa hidup dengan layak. Dia seorang wanita yang telah berhasil memperjuangkan masa depannya.(aa) 

  1. TULISAN TERKAIT