Menelusuri bagian-bagian kota, murid ini menangkap banyak pesan. Dia ingin menyampaikan pesan itu dengan caranya sendiri. Cara yang tidak biasa. Saat mencerna pesan yang disampaikan, awalnya sulit untuk mencernanya. Dia menyampaikannya secara tidak langsung.
Di beberapa bagian pesannya, dia seakan-akan mengajak penangkap pesannya untuk berfikir. Tidak sekedar berfikir. Berfikir dengan hati. Dengan olah hati. Pesan yang terlihat samar itu malah bisa menjadi jelas jika dirakasan dengan hati. Direnungkan. Dihayati.
Kemudian menatap ke depan, apa yang dia bisa lakukan. Yang juga semua orang bisa lakukan. Tanpa menyalahkan. Tanpa bertanya siapa yang bertanggung jawab atas semua yang ada.
Melalui pesannya, dia mengajak semua secara sukarela untuk menjadikan kota ini lebih baik. Lebih nyaman. Lebih berkeseimbangan. Dan lebih memanusiakan manusia yang ada di dalamnya.
Pesan itu disampaikan melalui karya seni. Film pendek. Gaya pesan yang sarat estetika. Penuh keindahan yang bisa dirasakan oleh penikmat seni. Tapi pembuatannya tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu kolaborasi. Mitra kerja sama yang memiliki semangat yang sama. Yang sukarela. Yang tidak memburu laba. Yang antusias mengusung pesan dengan karya seni.
Walaupun tidak menjadi tujuan utama, karya penyampaian pesan itu dihargai. Murid yang saat proses pembelajaran di sekolah terlihat pendiam itu ternyata memiliki potensi di bidang seni peran. Melalui perannya dan dukungan tim, karya seni itu bisa berprestasi di tingkat kota. Cerita tentang kotanya akan dilanjutkan di tingkat provinsi.(aa)
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Alhamdulillahi robbil alamin kami panjatkan kehadlirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah akhirnya Website sekolah…
Copyright © 2017 - 2026 SMA Negeri 8 Balikpapan All rights reserved.
Powered by sekolahku.web.id