SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Calon Pengusaha

Selasa, 08 Juli 2025 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 623 Kali

Di salah satu sudut halaman sekolah, ada sebuah tenda kecil berdiri. Tidak jauh dari situ, ada ruang tunggu dadakan. Ruang tunggu yang hanya ada setahun sekali. Tamu-tamu yang datang menunggu antri pelayanan duduk di ruang tanpa dinding itu. Mereka mengantri untuk mendapatkan pelayanan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Letak ruang itu di lobi bagian depan sekolah. Biasanya ruang itu kosong. Warga sekolah masuk dan keluar bangunan sekolah melewati ruang itu. Saat digunakan sebagai ruang tunggu, jalan masuk keluar menjadi lebih sempit. Meskipun demikian warga sekolah masih bisa menggunakannya sebagai jalan. 

Setiap hari selama jadwal SPMB, tamu-tamu itu menunggu beberapa saat. Ada yang cepat selesai urusannya. Ada sebagian yang memerlukan waktu lebih lama. Ada yang merasa puas dengan pelayanan. Ada juga yang tidak puas. Meskipun demikian petugas yang melayani itu sudah bertekad untuk memberikan pelayanan yang terbaik.

Petugas itu spesial. Mereka bukan Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka tidak dilatih secara resmi untuk melakukan tugas itu. Tugas utama mereka memang bukan itu. Mereka adalah murid dari sekolah ini. Mereka anggota atau pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Mereka bertugas layaknya resepsionis profesional di sebuah kantor atau hotel. Kebanyakan dari mereka perempuan. Bahkan hampir semua dari mereka perempuan. 

“Resepsionis” dadakan itu bertugas secara bergantian. Setiap hari ada sekolompok anggota OSIS bertugas. Kelompok lainnya “bertugas” di bagian yang lain. Bagian “usaha”. Bagian ini cukup jeli melihat peluang. Tamu-tamu yang datang merupakan peluang bagi mereka. Tamu-tamu itu sewaktu-waktu bisa merasa haus atau lapar.

Itulah sebabnya, para anggota OSIS itu membuka gerai minuman dan makanan kecil di tenda. Letaknya strategis. Tamu-tamu yang datang dan pulang melewati gerai itu. Usaha itu merupakan salah satu cara mereka menggalang dana. Dana OSIS yang disediakan sekolah terbatas. Keterbatasan tidak membuat mereka menyerah. Mereka cocok menjadi calon pengusaha muda.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT