Adonan untuk pembuatan roti disiapkan. Beberapa bahan dikumpulkan menjadi satu. Sebuah alat listrik menjalankan tugasnya mencampurkan bahan-bahan itu menjadi satu. Kemudian diambil sebagian kecil adonan itu. Ditimbang sesuai kebutuhan. Dibentuk sesuai keinginan. Bulat. Lonjong. Silinder. Dan seterusnya.
Adonan yang sudah berbentuk itu kemudian diletakkan di atas loyang. Disusun rapi. Kemudian loyang itu dimasukkan ke dalam alat pengembang adonan roti. Alat itu mendapatkan tenaga dari sumber daya listrik. Alat itu berfungsi untuk mempercepat proses pengembangan adonan roti.
Proses berikutnya adalah pemanggangan roti dengan oven. Alat pemanggang itu digerakaan oleh listrik dan gas. Sumber daya listrik berfungsi untuk mengatur operasional oven. Sementara sumber daya gas digunakan untuk memanaskan oven itu.
Dengan ukuran waktu dan suhu tertentu, oven itu melaksanakan tugasnya. Adonan roti itu secara perlahan berubah warnanya menjadi agak coklat. Perubahan warnanya bisa dilihat melalui jendela oven yang terbuat dari kaca.
Saat oven sudah menyelesaikan tugasnya, loyang-loyang dari oven itu dikeluarkan. Hasilnya, roti-roti cantik telah “lahir” dari oven itu. Berbagai bentuk roti menarik perhatian mata yang memandang.
Proses pembuatan roti itu merupakan satu di antara beberapa kegiatan dari Kurikulum Dual Track Tata Boga. Seorang pelatih Tata Boga berkolaborasi dengan seorang Chef di bidang pembuatan roti dari kota ini. Ahli pembuat roti memberikan ilmunya kepada murid-murid yang tergabung dalam Ekstrakurikuler Dual Track dalam keterampilan Tata Boga.
Tidak hanya itu, pelatih itu juga menggandeng dua orang distributor penyedia bahan-bahan roti. Perpaduan sumber daya manusia itu memberikan pelatihan kepada murid-murid secara total. Pelatihan dari nol sampai menghasilkan produk roti yang siap dipasarkan.
Kurikulum Dual Track merupakan program kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur dan Institusi Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Program itu menyasar beberapa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kalimantan Timur.
Program itu memiliki tiga falsafah utama; Dual Track sebagai pusat pelatihan, produksi, dan pemasaran. Sasaran akhir program itu adalah murid-murid itu bisa mandiri dan memiliki usaha sendiri jika mereka tidak melanjutkan kuliah. Selain mendapatkan ilmu pengetahuan mereka juga dibekali keterampilan untuk bekal hidup mereka.(aa)
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Alhamdulillahi robbil alamin kami panjatkan kehadlirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah akhirnya Website sekolah…
Copyright © 2017 - 2026 SMA Negeri 8 Balikpapan All rights reserved.
Powered by sekolahku.web.id